Assalamualaikum wr.wb.
Jadi begini, sedang tidak ada ide untuk tema menulis dan ternyata sudah mau puasaaan ya jadi langsung saja sesuai judulnya. Tahun lalu juga pernah bikin postingan begini. Untungnya, ini 'agak' lebih panjangan dikit hehehe.
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1435 Hijriyah (jujur, ini browsing dulu tahun Hijriyah-nya. Maklum gak hafal hehe) buat semua yang merayakan, yang berbahagia, yang menunggu-nunggu dan yang melakukan semua ibadahnya. Marhaban ya Ramadhan, marhaban ya Ramadhan -syukron syukron syukron
Karena ku gak ahli ngasih terlalu banyak kata 'semoga kita - semoga kita blablabla', yah yang paling penting puasanya harus full dan jujur. OK fren? Okelah. Itu saja. Begitulah.
Yasudah. Saran saya, lebih baik tidur daripada mokel. Lebih baik lagi kalau mengunjungi terus blog ini hehehe. OK tetap semangat 30 harinya bro. Selamat berpuasa.
Wassalamualaikum wr.wrb.
-@faghapu-
Sabtu, 28 Juni 2014
Sabtu, 14 Juni 2014
Ganti Semester. Dan Dinamikanya
Halo halo. Assalamualaikum. Selamat pagi siang sore malam dan selamat anniversary buat yang jauh di sana :' (apa ini) Lama gak ketemu karena (selalu) gak sempet ada niatan nulis hehehe. Pasti banyak yang kangen kan sama penulis tampan gak jelas yang satu ini. Mari kita sedikit bercerita lagi broh broh. Sekarang temanya lagi mau bahas 'Ganti Semester'. Iya. Ganti semester, bukan ganti baju apalagi gonta-ganti pasangan hiks hiks hiks :''
Jadi begini, pastinya sudah tau kan kalau kuliah sama pas jaman-jaman sekolah itu beda banget? Ya mulai dari waktunya, temen-temennya, mata pelajarannya, bangkunya, abang tukang baksonya dll dll. Nah yang mau dibahas di sini adalah transisi semester (asyik ye bahasanya). Tiap semester biasanya ada 6 bulan. Kalau mau nambah 2 jam, gopek, ngomong sama mas-mas yang jaga *dikira rentalan PS*
Buat sekedar bandingin aja, kalau pas jaman sekolah kan semester itu cuma ada dua ya, kalau gak ganjil ya genap. Sama kayak cinta, kalau gak aku, ya kamu :* (apa lagi ini). Atau kalau bahasa lamanya nyebutnya caturwulan 1 dan caturwulan 2. Ya walaupun si wulan gak suka main catur, sukanya berbi sama flepi berd karena termakan globalisasi zaman*abaikan* Kalau kuliah? Wetsyeh sampe 8 skoy. De-la-pan. Bukan Di-le-pen. Karena satu semester katanya tadi ada 6 bulan, jadi tinggal ngaliin aja 6x8=50 bulan. Kok 50, bukannya 48? Karena yang 2 tadi nambah gopek ke mas-masnya (ini lagi!!). Becanda becanda. Ya, jadi 48 bulan dihabisin di bangku kuliah. Kerasa lama gitu ya. Padahal tanpa sadar, kalau SD kita malah 6 tahun lho, berapa bulan itu? Hehehe.
Tapi di sini yang bikin beda bukan masalah lama gaknya kita nempuh jenjang pendidikan itu. Suasana. Ya. Bukan sauna apalagi suaka margasatwa. Tapi tetep #SaveHiu #SavePenyuPohon. Menurut apa yang aku rasain dulu (pas SD khususnya) hari-hari kayak berasa cepet di sekolah. Pulang-pulang sorenya langsung main bola plesteran, kasti sama sepedaan. Ah indahnya. Ada yang bilang, kalau kita suka dan menikmati sesuatu apapun itu, maka hal itu akan terasa cepat berlalu. Ada benarnya. Dulu yang paling sulit pas SD adalah pas mau berangkatnya aja, ogah-ogahan. Etapi pas udah sampe sekolahan? Malah enjoyyy. Kuliah? Ada yang ngerasa ngelalui hari-harinya lama gak? Bisa jadi karena tugas-tugasnya yang makin expert, waktu luang yang berkurang, atau kembali lagi; suasana. Hehe. Padahal ya sama kan, sama-sama menuntut ilmunya.
Nyambung ke pergantian semester. Dulu, ganti semester itu ya sekedar ganti aja. Anak-anak di kelasnya tetep. Beda lagi se kalau tahun ajaran baru ya (kenaikan kelas). Biasanya ada anak baru yang masuk (SD) atau kelasnya diacak (SMP). Jadi pas mau ndeketin cewek, suka gagal karena murid baru itu nambah-nambahi saingan aja hahaha haha ha ha hh. Becanda.
Beda memang kayak kuliah. Konteks di sini itu ganti semester itu sama aja kayak kenaikan kelas. Jadi anak-anak kelasnya acak lagi. Pun begitu dengan para dosennya. Acaknya per mata kuliah lagi. Mantep kan? Iyain aja. Tapi ada satu hal yang tetep walaupun ganti semster. Abang jualan baksonya *krik krik* Ada yang bilang kalau sistem gini itu bakal bikin mahasiswanya kenal satu sama lain dengan cepat dan solid. Hmm hmm hmmm
Intinya, semua di dunia diciptakan berpasang-pasangan. Adam-Hawa, panas-dingin, aku-kamu, abang rental PS-abang bakso dsb dsb. Pun dengan tiap masa menuntut ilmu, ada kelebihan dan kekurangannya. Usahain dapat banyak lebihnya dan minimalisir kurangnya (khanmaeennn, udah kayak orang bener aja ya) Berdoalah kepada Tuhan, bergaulah dengan banyak orang, , dan berbagilah postingan-postingan di blog ini kepada teman-temanmu hehehe. Akhir kata, Wassalam.
-@faghapu-
Jadi begini, pastinya sudah tau kan kalau kuliah sama pas jaman-jaman sekolah itu beda banget? Ya mulai dari waktunya, temen-temennya, mata pelajarannya, bangkunya, abang tukang baksonya dll dll. Nah yang mau dibahas di sini adalah transisi semester (asyik ye bahasanya). Tiap semester biasanya ada 6 bulan. Kalau mau nambah 2 jam, gopek, ngomong sama mas-mas yang jaga *dikira rentalan PS*
Buat sekedar bandingin aja, kalau pas jaman sekolah kan semester itu cuma ada dua ya, kalau gak ganjil ya genap. Sama kayak cinta, kalau gak aku, ya kamu :* (apa lagi ini). Atau kalau bahasa lamanya nyebutnya caturwulan 1 dan caturwulan 2. Ya walaupun si wulan gak suka main catur, sukanya berbi sama flepi berd karena termakan globalisasi zaman*abaikan* Kalau kuliah? Wetsyeh sampe 8 skoy. De-la-pan. Bukan Di-le-pen. Karena satu semester katanya tadi ada 6 bulan, jadi tinggal ngaliin aja 6x8=50 bulan. Kok 50, bukannya 48? Karena yang 2 tadi nambah gopek ke mas-masnya (ini lagi!!). Becanda becanda. Ya, jadi 48 bulan dihabisin di bangku kuliah. Kerasa lama gitu ya. Padahal tanpa sadar, kalau SD kita malah 6 tahun lho, berapa bulan itu? Hehehe.
Tapi di sini yang bikin beda bukan masalah lama gaknya kita nempuh jenjang pendidikan itu. Suasana. Ya. Bukan sauna apalagi suaka margasatwa. Tapi tetep #SaveHiu #SavePenyuPohon. Menurut apa yang aku rasain dulu (pas SD khususnya) hari-hari kayak berasa cepet di sekolah. Pulang-pulang sorenya langsung main bola plesteran, kasti sama sepedaan. Ah indahnya. Ada yang bilang, kalau kita suka dan menikmati sesuatu apapun itu, maka hal itu akan terasa cepat berlalu. Ada benarnya. Dulu yang paling sulit pas SD adalah pas mau berangkatnya aja, ogah-ogahan. Etapi pas udah sampe sekolahan? Malah enjoyyy. Kuliah? Ada yang ngerasa ngelalui hari-harinya lama gak? Bisa jadi karena tugas-tugasnya yang makin expert, waktu luang yang berkurang, atau kembali lagi; suasana. Hehe. Padahal ya sama kan, sama-sama menuntut ilmunya.
Nyambung ke pergantian semester. Dulu, ganti semester itu ya sekedar ganti aja. Anak-anak di kelasnya tetep. Beda lagi se kalau tahun ajaran baru ya (kenaikan kelas). Biasanya ada anak baru yang masuk (SD) atau kelasnya diacak (SMP). Jadi pas mau ndeketin cewek, suka gagal karena murid baru itu nambah-nambahi saingan aja hahaha haha ha ha hh. Becanda.
Beda memang kayak kuliah. Konteks di sini itu ganti semester itu sama aja kayak kenaikan kelas. Jadi anak-anak kelasnya acak lagi. Pun begitu dengan para dosennya. Acaknya per mata kuliah lagi. Mantep kan? Iyain aja. Tapi ada satu hal yang tetep walaupun ganti semster. Abang jualan baksonya *krik krik* Ada yang bilang kalau sistem gini itu bakal bikin mahasiswanya kenal satu sama lain dengan cepat dan solid. Hmm hmm hmmm
Intinya, semua di dunia diciptakan berpasang-pasangan. Adam-Hawa, panas-dingin, aku-kamu, abang rental PS-abang bakso dsb dsb. Pun dengan tiap masa menuntut ilmu, ada kelebihan dan kekurangannya. Usahain dapat banyak lebihnya dan minimalisir kurangnya (khanmaeennn, udah kayak orang bener aja ya) Berdoalah kepada Tuhan, bergaulah dengan banyak orang, , dan berbagilah postingan-postingan di blog ini kepada teman-temanmu hehehe. Akhir kata, Wassalam.
-@faghapu-
Senin, 13 Januari 2014
Teknologi Prematur
Bikin postingan lagi ah. Agak serius-serius dikit lah topiknya sekali kali. Judulnya lumayan keren gitu ya hehehe.
Jadi gini, tiba-tiba kepikiran aja begitu tentang perkembangan teknologi. Setiap hari pasti orang-orang berlomba buat bikin atau nyari suatu hal baru yang berguna/mempermudah aktivitasnya. Dan kebanyakan (atau mungkin semuanya) ujung-ujungnya bakal jadi produk yang berdaya jual. Nah, pasti kita-kita yang jadi konsumen bakal mengikuti produk baru tersebut kan. Yaa walaupun gak harus dibeli juga, mungkin sekedar tahu saja. Produk yang mau dibahas di sini dipersempit aja deh, produk-produk elektronik kayak smartphone, laptop, dkk. Begitu.
Di sini nih yang mulai menariknya. Misal ya, pernah gak kepikiran kalau orang, ilmuwan atau penemu itu menciptakan produk yang sebenernya 'gak terbaru' tapi dilempar ke pasaran? Jadi gini, contoh ilmuwan itu sebenernya sudah bisa bikin suatu smartphone dengan kepintaran generasi ke-10 di tempatnya bekerja. Nah tapi, yang dilempar ke pasaran itu generasi yang ke-8, tanpa sebenernya kita tahu kalau mereka sudah bikin produk yang 'lebih' dari yang mereka pasarkan itu. Manusia yang pada dasarnya selalu ingin tahu dan mencoba suatu hal baru, akan membeli produk ke-8 itu. Intinya kayak kita membeli produk 'lama' yang terlihat baru gitu ya hehe.
Yaaa berhubung aku gak tahu-tahu banget masalah ekonomi, ya mungkin ini kayak salah satu taktik perindustrian gitu ya, biar gairah masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan akan hal yang baru tetap ada. Atau bisa jadi nyambung ke bidang yang lain selain ekonomi gitu. Bisa jadi. Mungkin kalau punya pendapat atau komentar dan revisi, bisa share kesini atau di akun Twitterku begitu hehehe. Sekian, terimakasih.
-@faghapu-
Jadi gini, tiba-tiba kepikiran aja begitu tentang perkembangan teknologi. Setiap hari pasti orang-orang berlomba buat bikin atau nyari suatu hal baru yang berguna/mempermudah aktivitasnya. Dan kebanyakan (atau mungkin semuanya) ujung-ujungnya bakal jadi produk yang berdaya jual. Nah, pasti kita-kita yang jadi konsumen bakal mengikuti produk baru tersebut kan. Yaa walaupun gak harus dibeli juga, mungkin sekedar tahu saja. Produk yang mau dibahas di sini dipersempit aja deh, produk-produk elektronik kayak smartphone, laptop, dkk. Begitu.
Di sini nih yang mulai menariknya. Misal ya, pernah gak kepikiran kalau orang, ilmuwan atau penemu itu menciptakan produk yang sebenernya 'gak terbaru' tapi dilempar ke pasaran? Jadi gini, contoh ilmuwan itu sebenernya sudah bisa bikin suatu smartphone dengan kepintaran generasi ke-10 di tempatnya bekerja. Nah tapi, yang dilempar ke pasaran itu generasi yang ke-8, tanpa sebenernya kita tahu kalau mereka sudah bikin produk yang 'lebih' dari yang mereka pasarkan itu. Manusia yang pada dasarnya selalu ingin tahu dan mencoba suatu hal baru, akan membeli produk ke-8 itu. Intinya kayak kita membeli produk 'lama' yang terlihat baru gitu ya hehe.
Yaaa berhubung aku gak tahu-tahu banget masalah ekonomi, ya mungkin ini kayak salah satu taktik perindustrian gitu ya, biar gairah masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan akan hal yang baru tetap ada. Atau bisa jadi nyambung ke bidang yang lain selain ekonomi gitu. Bisa jadi. Mungkin kalau punya pendapat atau komentar dan revisi, bisa share kesini atau di akun Twitterku begitu hehehe. Sekian, terimakasih.
-@faghapu-
Jumat, 10 Januari 2014
Postingan Awal Tahun 2014
Halo. Ketemu lagi nih brohhh. Kangen gak sama postingan di blog tergaul versi majalah Tru*bus ini? Iya, pasti enggak kan. Yasudah. Yagitu.
Mumpung lagi pengen dan ada waktu luang disela-sela kesibukan manjangin rambut, ya bikin postingan. Soalnya bikin anak masih belum dibolehin sama temen-temen aku. Huft, cebel. Ya, jadi sesuai judul di atas, postingan awal tahun. Tahun 2014 kalo gak salah. Mau membahas kurang lebih 10 hari di awal tahun ini ada peristiwa apa aja, baik di kehidupanku, kehidupanmu, maupun kehidupan kita kedepannya membina rumah tangga. Ah, sudahlah... mari lanjut
Sebelumnya, mau kasih info aja. Flasdiskku yang dulu hilang sekarang sudah ketemu ya walaupun datanya gak bisa diakses, error... Terimakasih untuk semua temen-temen yang sudah ikut mendoakan pertemuanku dengan flasdisk ini dan telah membaca kisahnya pada postingan sebelumnya. Yang belum baca, silahkan dibaca. Daripada gak paham aku nulis apa barusan hehe. Oiya, catatan nih, kalau mau beli flasdisk kayak punyaku (kali aja kamu ngefans, terus ikut-ikut aku gitu..) bisa hubungi si meidyodiyani. Tapi kayaknya sudah gak jualan lagi, jadi jangan harap bisa membelinya. Lagian profesinya juga bukan itu sebenernya... dia mahasiswi biasa, jomblo, suka cowok yang lebih muda, dsb dsb. Lah, kenapa malah nge. Gpp lah, itung-itung promosiin temen. Jomblo solidarity *toss!
Mau kasih info kedua nih, mblo (kapan masuk ke topiknya ya? Biarin dah). Sudah tau postingan Trip To Surabaya yang ini belum? Kalau belum baca dulu hehe. Jadi, itu kan masih part 1 ya, gak aku lanjutin dulu. Sudah agak lupa sama plot detail ceritanya, dikarenakan lama gak dilanjut-lanjutin. Lagi-lagi karena kesibukan sebagai remaja :') Jadi yang masih penasaran (kali aja ada) sama lanjutannya, tunggu lah temen-temen hehe.
Yoook. Masuk topik nih.
Sudah pada ngerayain tahun baru 2014 belum? Pasti kebanyakan sudah, walaupun ngerayainnya sambil tidur. Paling pol ya lihat-lihat timeline twitter. Gpp kok, berarti kita bersaudara. Ya, jadi bagian malam tahun baru kita skip saja. Masuk hari pertama, masih suasana-suasana libur ditemani film legendaris Home Alone. Tapi jangan karena Home Alone for Forever Alone.. Yoh, lanjut mantengin timeline, fenomema 'serba pertama' terjadi. Contohnya nih:
'Tweet pertama di 2014 nich'
'Mandi pertama nih. Seger ngets' (lah, sebelumnya gak pernah mandi ya)
'Cebok pertama nih, terus kumur-kumur pertama juga. Wah rasanya beda ya, agak asin' (entahlah)
'Malam pertama nih sama temen-temen. Seru banget' (?) dan sebagainya....
Fenomena ini bukan tanpa alasan kayaknya. Banyak yang nganggep hari tersebut spesial hingga sebegitu perlunya untuk menulis demikian. Ya terserah sih. Hehe.
Ada juga yang nulis '1/365' Ini juga banyak banget yang nulis. Entah dia lagi ngerjain soal matematika pecahan, atau nulis episode sinetron yang kelewat panjang. Entahlah. Sebenernya juga, hari itu mau ke kota wisata Rock. Berhubung kendaraan-kendaraan main ular-ularan di jalan, akhirnya macet. Ujung-ujungnya ya gak jadi hehehe hehe he he hh. Tapi lumayan lah keluar bareng keluarga, disyukuri. Begitu.
Hari kedua. Kalau gak salah tanggal 2 Januari. Sebenernya masih berharap ada yang ngetweet 2/365. Ternyata sudah gak ada. Ya kalaupun ada masa mau tiap hari isi tweetnya begitu terus. 3/365, 4/365 .....n/365 dengan n bukan sama dengan 366 (lah jadi rumus mat). Sisa hari itu seingatku terlewat begitu saja. Huft.
Hari ketiga. Jumat'an pertama di tahun 2014 (lah kena demam fenomena 'serba pertama'). Hari itu sepertinya hanya dihiasi oleh bau kasur, dan tayangan penuh goyangan di televisi. Ya begitulah.
Tanggal 4, Sabtu. Hari itu ada acara pensi SMA ku dulu, guests starnya 'pelangi dalam bahasa Jepang' Tapi karna suatu hal, aku gak menghadiri acara penting tersebut.Padahal yang diluar kota bela-belain dateng, sedang akunya yang di kota sendiri malah enggak. Maafkan aku ya temen-temen *serius
Selanjutnya, hari Minggu . Besoknya UAS dengan mata kuliah ter-membingungkan menurutku. Kalau gak salah waktu dihabisin buat belajar bareng (kalau gak salah). Makan gak tenang, tidurpun jadi asin. Semangat sajalah.
Nah, hari Senin sampai sekarang, Jumat, skip saja. Intinya lagi ngadepin UAS. Banyak yang gak berjalan mulus dan sesuai perkiraan. Tetap berdoa dan kurang-kurangilah meniru goyangan orang. Dan pada detik ini, berakhir pada nulis postingan ini.
Yaaa jadi intinya, postingan kali ini hanya bercerita 10 hari awal 2014 ini. Resolusinya, yaaa banyak sebenernya. Yang baik-baik begitulah. Kurang-kurangi idoling juga penting (kalau lihat postingan bahas idol dulu, agak ngerasa aneh juga). Mungkin temen-temen punya cerita juga, silahkan dishare juga begitu. Hehehe. Maaf kalau ngebosenin karna kepanjangan, walaupun aku tau masih panjangan adik-mu. Jangan bosan berkunjung ke upilkayu. Salam
-@faghapu-
Mumpung lagi pengen dan ada waktu luang disela-sela kesibukan manjangin rambut, ya bikin postingan. Soalnya bikin anak masih belum dibolehin sama temen-temen aku. Huft, cebel. Ya, jadi sesuai judul di atas, postingan awal tahun. Tahun 2014 kalo gak salah. Mau membahas kurang lebih 10 hari di awal tahun ini ada peristiwa apa aja, baik di kehidupanku, kehidupanmu, maupun kehidupan kita kedepannya membina rumah tangga. Ah, sudahlah... mari lanjut
Sebelumnya, mau kasih info aja. Flasdiskku yang dulu hilang sekarang sudah ketemu ya walaupun datanya gak bisa diakses, error... Terimakasih untuk semua temen-temen yang sudah ikut mendoakan pertemuanku dengan flasdisk ini dan telah membaca kisahnya pada postingan sebelumnya. Yang belum baca, silahkan dibaca. Daripada gak paham aku nulis apa barusan hehe. Oiya, catatan nih, kalau mau beli flasdisk kayak punyaku (kali aja kamu ngefans, terus ikut-ikut aku gitu..) bisa hubungi si meidyodiyani. Tapi kayaknya sudah gak jualan lagi, jadi jangan harap bisa membelinya. Lagian profesinya juga bukan itu sebenernya... dia mahasiswi biasa, jomblo, suka cowok yang lebih muda, dsb dsb. Lah, kenapa malah nge. Gpp lah, itung-itung promosiin temen. Jomblo solidarity *toss!
Mau kasih info kedua nih, mblo (kapan masuk ke topiknya ya? Biarin dah). Sudah tau postingan Trip To Surabaya yang ini belum? Kalau belum baca dulu hehe. Jadi, itu kan masih part 1 ya, gak aku lanjutin dulu. Sudah agak lupa sama plot detail ceritanya, dikarenakan lama gak dilanjut-lanjutin. Lagi-lagi karena kesibukan sebagai remaja :') Jadi yang masih penasaran (kali aja ada) sama lanjutannya, tunggu lah temen-temen hehe.
Yoook. Masuk topik nih.
Sudah pada ngerayain tahun baru 2014 belum? Pasti kebanyakan sudah, walaupun ngerayainnya sambil tidur. Paling pol ya lihat-lihat timeline twitter. Gpp kok, berarti kita bersaudara. Ya, jadi bagian malam tahun baru kita skip saja. Masuk hari pertama, masih suasana-suasana libur ditemani film legendaris Home Alone. Tapi jangan karena Home Alone for Forever Alone.. Yoh, lanjut mantengin timeline, fenomema 'serba pertama' terjadi. Contohnya nih:
'Tweet pertama di 2014 nich'
'Mandi pertama nih. Seger ngets' (lah, sebelumnya gak pernah mandi ya)
'Cebok pertama nih, terus kumur-kumur pertama juga. Wah rasanya beda ya, agak asin' (entahlah)
'Malam pertama nih sama temen-temen. Seru banget' (?) dan sebagainya....
Fenomena ini bukan tanpa alasan kayaknya. Banyak yang nganggep hari tersebut spesial hingga sebegitu perlunya untuk menulis demikian. Ya terserah sih. Hehe.
Ada juga yang nulis '1/365' Ini juga banyak banget yang nulis. Entah dia lagi ngerjain soal matematika pecahan, atau nulis episode sinetron yang kelewat panjang. Entahlah. Sebenernya juga, hari itu mau ke kota wisata Rock. Berhubung kendaraan-kendaraan main ular-ularan di jalan, akhirnya macet. Ujung-ujungnya ya gak jadi hehehe hehe he he hh. Tapi lumayan lah keluar bareng keluarga, disyukuri. Begitu.
Hari kedua. Kalau gak salah tanggal 2 Januari. Sebenernya masih berharap ada yang ngetweet 2/365. Ternyata sudah gak ada. Ya kalaupun ada masa mau tiap hari isi tweetnya begitu terus. 3/365, 4/365 .....n/365 dengan n bukan sama dengan 366 (lah jadi rumus mat). Sisa hari itu seingatku terlewat begitu saja. Huft.
Hari ketiga. Jumat'an pertama di tahun 2014 (lah kena demam fenomena 'serba pertama'). Hari itu sepertinya hanya dihiasi oleh bau kasur, dan tayangan penuh goyangan di televisi. Ya begitulah.
Tanggal 4, Sabtu. Hari itu ada acara pensi SMA ku dulu, guests starnya 'pelangi dalam bahasa Jepang' Tapi karna suatu hal, aku gak menghadiri acara penting tersebut.Padahal yang diluar kota bela-belain dateng, sedang akunya yang di kota sendiri malah enggak. Maafkan aku ya temen-temen *serius
Selanjutnya, hari Minggu . Besoknya UAS dengan mata kuliah ter-membingungkan menurutku. Kalau gak salah waktu dihabisin buat belajar bareng (kalau gak salah). Makan gak tenang, tidurpun jadi asin. Semangat sajalah.
Nah, hari Senin sampai sekarang, Jumat, skip saja. Intinya lagi ngadepin UAS. Banyak yang gak berjalan mulus dan sesuai perkiraan. Tetap berdoa dan kurang-kurangilah meniru goyangan orang. Dan pada detik ini, berakhir pada nulis postingan ini.
Yaaa jadi intinya, postingan kali ini hanya bercerita 10 hari awal 2014 ini. Resolusinya, yaaa banyak sebenernya. Yang baik-baik begitulah. Kurang-kurangi idoling juga penting (kalau lihat postingan bahas idol dulu, agak ngerasa aneh juga). Mungkin temen-temen punya cerita juga, silahkan dishare juga begitu. Hehehe. Maaf kalau ngebosenin karna kepanjangan, walaupun aku tau masih panjangan adik-mu. Jangan bosan berkunjung ke upilkayu. Salam
-@faghapu-
Selasa, 09 Juli 2013
Trip to Surabaya - Part 1
Halo. Mau berbagi cerita lagi, mumpung ada laptop nganggur dan waktu luang. Itung-itung mengisi kesibukan lagi sebagai jomblo sehat yang bingung nyari kegiatan selain namatin game RPG yang sekarang lagi ngetren, Pro Evolution Soccer (PES). Susah banget pas lawan raja terakhirnya, sob. Jadi, nulis postingan di blog emang asik dan bikin ketagihan. Gak ngabisin kertas, gak ngabisin bolpen. Cuma ngandalin colokan, dan nebeng wifi tetangga. Iya, ngeblog ngirit. Lagian, bisa sekalian buka website di newtab yang bisa bikin adik bangun. Mumpung uda pada tidur. Hehehe he he.. gaklah, becanda, uda bulan puasa gini masa gak tobat-tobat :( Gak semuanya dishare, demi kebaikan privasi dan keamanan teman-teman saya. Disini walau ceritain pengalaman tetep dikasi sedikit bumbu fiksi, biar gak serius-serius amat kalian bacanya, biar otakmu agak terhibur. Ya, semoga.
Oke mulai aja ceritanya nih. Pengalaman pergi ke surabaya. Kayaknya emang agak lebay gitu ya buat diceritain, secara tinggalnya cuma di malang. Pasti yang baca pada mikir: 'Lah, pergi ke surabaya aja dibikin postingan, gue aja uda 48 kali ke surabaya biasa aja. Lebay amat ni anak' Ya maap mblo, cuma mau share pengalaman aja, daripada kamu buka website-website 'jahat' kan? :( Kali aja ini beda, dan bisa menghibur status jomblo-mu kan.
Jadi, kalo gak salah hari sabtu kemaren tanggal 29 juni ada rencana bareng temen-temen, yaitu @bthrindra @berthousjp sama @miqtaf buat ke surabaya. Tujuannya? Mau nonton grup cewek-cewek yang inisialnya 48 yang katanya sekarang lagi naik daun, di sebuah mall (bisa dibilang semi-pusat grosir) di kota pahlawan tersebut. Padahal, yang agak nge-wota cuma aku sama si bthrindra, ngajakin yang dua sisanya buat makin rame dan menyebar virus ngidol sebenernya hehe. Rencananya sih dibicarainnya pas 3/4 hari sebelum hari keberangkatan. Pindah pindah rencananya, antara mau naik kereta, bis, taksi, kapal, atau pesawat. Kalo naik kereta, kita takut digrepe pas tidur. Kalo naik bis, kita takut mas-mas yang ngamen nanti bawain lagu-lagu coboy 'neymar' junior. Kalo taksi, kasihan pak taksinya nanti dicariin istrinya kok gak pulang-pulang bawain martabak. Kalo naik kapal/pesawat, rasanya songong amat gitu ya mlg-sby pake gituan, mahal lagian. Jadi kita nge-eliminasi beberapa pilihan, dan pilihannya antara bis dan kereta. Lagian si miqtaf suka digrepe, dan si berthousjp cukup hafal lirik lagu-lagu coboy neymar blablabla tadi. Huft, kasian ya mereka.
Oiya, pas hari rabu ato kalo gak kamis gitu, si bthrindra sms kalo dia uda berangkat ke surabaya duluan. Dia bilang bakal jemput di sekitaran terminal/stasiun di sana. For information juga, rencananya kita semua bakal nginep di rumah saudaranya si bthrindra yang ada di surabaya. Jadi, tinggal 3 yang bakal berangkat nyusul. Tapi, ada kabar mengejutkan nih. Malem sebelum hari keberangkatan, si berthousjp dan miqtaf gak jadi ikutan. Wah, langsung lah aku kena shock berat sampe muntah permen karet yang uda gak manis lagi. Tapi gppalah, santai saja hehe. Akhirnya, saat malam itu juga, wajah yang uda keburu kusut kayak 'itunya' remaja labil yang baru disunat, aku nyiapin barang bawaan buat berangkat besok. Isinya cuma kaos, celana ganti, lolipop, sedikit peralatan ngidol dan sedikit nyali. Maklum, walau cuma 90km dari rumah, baru pertama kali ke sana berangkat sendiri. Cupu ya. Iya, tetep nekat berangkat demi liat adek-adek gemesin rok mini itu..
Oke mulai aja ceritanya nih. Pengalaman pergi ke surabaya. Kayaknya emang agak lebay gitu ya buat diceritain, secara tinggalnya cuma di malang. Pasti yang baca pada mikir: 'Lah, pergi ke surabaya aja dibikin postingan, gue aja uda 48 kali ke surabaya biasa aja. Lebay amat ni anak' Ya maap mblo, cuma mau share pengalaman aja, daripada kamu buka website-website 'jahat' kan? :( Kali aja ini beda, dan bisa menghibur status jomblo-mu kan.
Jadi, kalo gak salah hari sabtu kemaren tanggal 29 juni ada rencana bareng temen-temen, yaitu @bthrindra @berthousjp sama @miqtaf buat ke surabaya. Tujuannya? Mau nonton grup cewek-cewek yang inisialnya 48 yang katanya sekarang lagi naik daun, di sebuah mall (bisa dibilang semi-pusat grosir) di kota pahlawan tersebut. Padahal, yang agak nge-wota cuma aku sama si bthrindra, ngajakin yang dua sisanya buat makin rame dan menyebar virus ngidol sebenernya hehe. Rencananya sih dibicarainnya pas 3/4 hari sebelum hari keberangkatan. Pindah pindah rencananya, antara mau naik kereta, bis, taksi, kapal, atau pesawat. Kalo naik kereta, kita takut digrepe pas tidur. Kalo naik bis, kita takut mas-mas yang ngamen nanti bawain lagu-lagu coboy 'neymar' junior. Kalo taksi, kasihan pak taksinya nanti dicariin istrinya kok gak pulang-pulang bawain martabak. Kalo naik kapal/pesawat, rasanya songong amat gitu ya mlg-sby pake gituan, mahal lagian. Jadi kita nge-eliminasi beberapa pilihan, dan pilihannya antara bis dan kereta. Lagian si miqtaf suka digrepe, dan si berthousjp cukup hafal lirik lagu-lagu coboy neymar blablabla tadi. Huft, kasian ya mereka.
Oiya, pas hari rabu ato kalo gak kamis gitu, si bthrindra sms kalo dia uda berangkat ke surabaya duluan. Dia bilang bakal jemput di sekitaran terminal/stasiun di sana. For information juga, rencananya kita semua bakal nginep di rumah saudaranya si bthrindra yang ada di surabaya. Jadi, tinggal 3 yang bakal berangkat nyusul. Tapi, ada kabar mengejutkan nih. Malem sebelum hari keberangkatan, si berthousjp dan miqtaf gak jadi ikutan. Wah, langsung lah aku kena shock berat sampe muntah permen karet yang uda gak manis lagi. Tapi gppalah, santai saja hehe. Akhirnya, saat malam itu juga, wajah yang uda keburu kusut kayak 'itunya' remaja labil yang baru disunat, aku nyiapin barang bawaan buat berangkat besok. Isinya cuma kaos, celana ganti, lolipop, sedikit peralatan ngidol dan sedikit nyali. Maklum, walau cuma 90km dari rumah, baru pertama kali ke sana berangkat sendiri. Cupu ya. Iya, tetep nekat berangkat demi liat adek-adek gemesin rok mini itu..
Senin, 08 Juli 2013
Flasdisk Hilang
Halo, ketemu lagi sama blog yang menguras waktu luangmu sia-sia. Postingan yang sebelumnya anggep aja angin lalu, lagi agak males bikin yang panjang-panjang soalnya. Yaa dikit tapi tetep bermakna kan, ya gak. Sekalian nambah jumlah postingan aja biar keliatan banyak juga sih sebenernya hehehe.
Sesuai judul emang beneran mau curhat masalah flashdisk ilang. Iya, gak berbobot banget emang kayaknya. Tapi daripada gak ada yang bisa diceritain lagi kan, mending aku bikin postingan buat kamu baca daripada kamu stres mikirin gebetan kamu yang gak dapet-dapet terus fap-fap sampek tewas. Ironi.
Oke, flashdisk ilang. Siapa coba yang gak pernah mengalami hal 'sepele' kayak gini? Mungkin hanya jomblo-jomblo yang dari awal gak beli flashdisk, dan menggantungkan hidupnya ke memori eksternal aja yang enggak. Dirawat, dijaga baik-baik, gak dibolehin dipinjem temen. Yah, tau sendirilah isinya apa. Kalo gak foto ya video ya film ya yang gitu itu.
Kembali ke cerita flashdisk-ku. Sebenernya tanggal tepat hilangnya flashdisk itu kapan juga gaktau, tiba-tiba ilang gitu aja kayak perasaanmu ke aku. Huft :( Flashdisk ini sebenernya gak gede-gede amat kapasitasnya, cuman 4GB. Ya wajar buat nyimpen-nyimpen data tugas sekolah, musik sama beberapa video aja uda cukup. Foto-foto nabilah JKT48 juga ada sih.. dikit, paling 3,9GB aja. Sial, jadi buka aib.
Kalo dibandingin sama sekarang, flashdisk ilang apalagi 'cuma' kapasitas segitu, gak rugi-rugi amat kan di dompet. Yang pertama orang kepikiran kalo flashdisk ilang apa coba? DATA-nya kan. Apalagi kalo pas lagi dibutuhin banget pas itu. Atau yang paling ditakutin, kalo ada foto-foto/video yang kamu anggep pribadi, terus ditemuin sama orang yang enggak-enggak. Pasti kepikiran terus dalem ati: 'Sial, gimana kalo ada orang yang pake fotoku buat dipake di ava twitter buat kejahatan?' atau kalo gak: 'Gimana kalo dia pake fotoku buat ava twitternya buat deketin cewek yang aku suka di sekolah, terus ditolak gara-gara fotonya alay, terus dikiranya aku beneran yang lagi deketin dia?' Sudahlah, jomblo-jomblo aja, pake bikin cerita fantasi segitunya. Ya tapi emang ada benernya, kalo kamu anak baik-baik, polos, lugu,cupu sih gak masalah flashdisk ilang. Palingan isinya cuma download-an e-book, pdf, game-game flash.. gitu doang kan, gak ada bahayanya. Coba kalo anak yang kayak aku, isinya ya yang di paragraf sebelumnya tadi, pasti bikin adem panas lah, malu kalo ditemuin cewek lah, update status ke twitter kalo flashdisk ilang lah, bikin postingan di blog kalo flashdisk ilang lah. Kurang kerjaan banget kan jomblo macem gitu.
Kurang lebih, flashdisk itu bertolak belakang kayak obat-obat penghilang jerawat yang harganya samaan. Kalo flashdisk ilang kita khawatir, kalo jerawat yang ilang kita seneng. Kalo flashdisk dikalungin, kalo jerawat diumpetin. Kalo flashdisk diisi penuh dengan 'dosa', kalo obat jerawat diisi penuh oleh rasa cemburu ke gebetan yang udah dimiliki oleh orang lain yang lebih mapan, lebih tampan lebih.. blablabla. Maap, kebawa suasana.
Kesimpulan yang bisa aku tarik dari postingan kali ini adalah.. gak ada. Becanda, ada yang mau aku sampein di sini. Jadi, flashdisk ilang itu dianggap sepele untuk sebagian kecil orang, tapi bakal berakibat bahaya bagi sebagian besar orang (termasuk aku). Tidak semua orang yang nemuin flashdiskmu itu orang bener. Tidak semua yang nemuin flashdiskmu itu temenmu, bisa aja gebetanmu. Terus dia nemuin foto-foto orang yang berkelamin sejenis sama kamu lagi telanj... Akhirnya dia ilfeel ke kamu. Keras kehidupan jomblo fantasi.
Jadi, jagalah flashdisk-mu baik-baik sebagaimana kamu menjaga flashdick-mu. Jangan kalungin sembarangan, uda gak jaman kalungin gituan, sekarang jamannya kalungin hati kamu ke cewek pilihanmu, mblo. Semangat ya.
Sekian dulu kali ini, doakan aku tetap bisa menulis postingan baru yang gak bermutu tapi menghibur dan doakan flashdisk-ku ketemu biar gak adem panas terus mikirin.. gebetan. Wassalam
- @faghapu -
Sesuai judul emang beneran mau curhat masalah flashdisk ilang. Iya, gak berbobot banget emang kayaknya. Tapi daripada gak ada yang bisa diceritain lagi kan, mending aku bikin postingan buat kamu baca daripada kamu stres mikirin gebetan kamu yang gak dapet-dapet terus fap-fap sampek tewas. Ironi.
Oke, flashdisk ilang. Siapa coba yang gak pernah mengalami hal 'sepele' kayak gini? Mungkin hanya jomblo-jomblo yang dari awal gak beli flashdisk, dan menggantungkan hidupnya ke memori eksternal aja yang enggak. Dirawat, dijaga baik-baik, gak dibolehin dipinjem temen. Yah, tau sendirilah isinya apa. Kalo gak foto ya video ya film ya yang gitu itu.
Kembali ke cerita flashdisk-ku. Sebenernya tanggal tepat hilangnya flashdisk itu kapan juga gaktau, tiba-tiba ilang gitu aja kayak perasaanmu ke aku. Huft :( Flashdisk ini sebenernya gak gede-gede amat kapasitasnya, cuman 4GB. Ya wajar buat nyimpen-nyimpen data tugas sekolah, musik sama beberapa video aja uda cukup. Foto-foto nabilah JKT48 juga ada sih.. dikit, paling 3,9GB aja. Sial, jadi buka aib.
Kalo dibandingin sama sekarang, flashdisk ilang apalagi 'cuma' kapasitas segitu, gak rugi-rugi amat kan di dompet. Yang pertama orang kepikiran kalo flashdisk ilang apa coba? DATA-nya kan. Apalagi kalo pas lagi dibutuhin banget pas itu. Atau yang paling ditakutin, kalo ada foto-foto/video yang kamu anggep pribadi, terus ditemuin sama orang yang enggak-enggak. Pasti kepikiran terus dalem ati: 'Sial, gimana kalo ada orang yang pake fotoku buat dipake di ava twitter buat kejahatan?' atau kalo gak: 'Gimana kalo dia pake fotoku buat ava twitternya buat deketin cewek yang aku suka di sekolah, terus ditolak gara-gara fotonya alay, terus dikiranya aku beneran yang lagi deketin dia?' Sudahlah, jomblo-jomblo aja, pake bikin cerita fantasi segitunya. Ya tapi emang ada benernya, kalo kamu anak baik-baik, polos, lugu,cupu sih gak masalah flashdisk ilang. Palingan isinya cuma download-an e-book, pdf, game-game flash.. gitu doang kan, gak ada bahayanya. Coba kalo anak yang kayak aku, isinya ya yang di paragraf sebelumnya tadi, pasti bikin adem panas lah, malu kalo ditemuin cewek lah, update status ke twitter kalo flashdisk ilang lah, bikin postingan di blog kalo flashdisk ilang lah. Kurang kerjaan banget kan jomblo macem gitu.
Kurang lebih, flashdisk itu bertolak belakang kayak obat-obat penghilang jerawat yang harganya samaan. Kalo flashdisk ilang kita khawatir, kalo jerawat yang ilang kita seneng. Kalo flashdisk dikalungin, kalo jerawat diumpetin. Kalo flashdisk diisi penuh dengan 'dosa', kalo obat jerawat diisi penuh oleh rasa cemburu ke gebetan yang udah dimiliki oleh orang lain yang lebih mapan, lebih tampan lebih.. blablabla. Maap, kebawa suasana.
Kesimpulan yang bisa aku tarik dari postingan kali ini adalah.. gak ada. Becanda, ada yang mau aku sampein di sini. Jadi, flashdisk ilang itu dianggap sepele untuk sebagian kecil orang, tapi bakal berakibat bahaya bagi sebagian besar orang (termasuk aku). Tidak semua orang yang nemuin flashdiskmu itu orang bener. Tidak semua yang nemuin flashdiskmu itu temenmu, bisa aja gebetanmu. Terus dia nemuin foto-foto orang yang berkelamin sejenis sama kamu lagi telanj... Akhirnya dia ilfeel ke kamu. Keras kehidupan jomblo fantasi.
Jadi, jagalah flashdisk-mu baik-baik sebagaimana kamu menjaga flashdick-mu. Jangan kalungin sembarangan, uda gak jaman kalungin gituan, sekarang jamannya kalungin hati kamu ke cewek pilihanmu, mblo. Semangat ya.
Sekian dulu kali ini, doakan aku tetap bisa menulis postingan baru yang gak bermutu tapi menghibur dan doakan flashdisk-ku ketemu biar gak adem panas terus mikirin.. gebetan. Wassalam
- @faghapu -
Marhaban Ya Ramadhan
Halo. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi semua yang menjalankan. Semoga berkah dan dilancarkan semuanya.
Iya, gitu doang.
- @faghapu -
Iya, gitu doang.
- @faghapu -
Sabtu, 29 Juni 2013
Dari Twitter Turun ke Hati?
Halo. Lagi nganggur nih ceritanya (tiap hari nganggur terus sebenernya) coba naikin niat buat rajin bikin postingan... mumpung laptop gak dipake kakak. Cukup miris emang. Kalo di lagu-lagu bilangnya sepiring berdua, ini selaptop berdua. Gak apa-apalah, yang penting masih bisa nikmatin indomi*e dobel telor sambil mantengin foto aura kasih, hidupku masih terbilang bahagia. Percuma kan, kamu bikin postingan baru ditemenin aura kasih beneran di sebelahmu, tapi yang kamu makan bukan indom*e dobel telor? Oke, gak jelas.
Sebenernya bingung juga mau bikin postingan bahas apaan, ni otak buat nemuin ide sulit juga dicarinya. Padahal sebenernya, nyari ide itu kayak nyari pacar atau nyari gebetan, gampang-gampang susah, tapi banyakan susahnya, jadi ya kesimpulannya cari pacar itu susah. Gitulo. Tapi sekarang gak lagi pengen bahas gituan ah, lagi sensitif. Huft.
Tips aja, enaknya kamu baca post-ku yang ini pas mati lampu, atau kalo gak matiin lampu di kamarmu sambil megang sabun atau parfum di tangan kiri. Biar dapet feelnya pas baca entar. Soalnya takutnya guyonanku garing terus bikin kamu mati, kan bau bangkainya gak enak. Makanya entar pas mayatmu ditemuin polisi, baumu gak bau-bau amat. Masa gak kasihan sama pak polisi? :(
Oke, jadi aku berharap semoga dengan nulis ini bisa menerangi jiwa-jiwa para jomblo kesusahan yang terus menerus dihantui pemikiran: 'ya Tuhan, apakah aku terlahir sebagai gay?' dan terus diselimuti oleh rasa bersalah karena mencintai gadis lain yang sudah dimiliki orang lain. Miris *oot*Tapi yang enggak (atau belum jadi) jomblo, juga gak apa-apa baca, nanti aku doain biar kamu bisa se-spesies kayak temen-temenku yang jomblo juga. Kan enak tuh, makin rame aja orang susah di bumi karna cinta.
Sampe lupa mau bahas apaan karena bahas masalah jomblo. Lu sih, mblo. Oke jadi gini, kan udah jelas tuh dari judul di atas, pasti sedikit yang bertanya-tanya (soalnya viewernya dikit), apasih maksud judul itu?Oke, sebenernya aku juga asal aja, tiba-tiba kepikiran bikin topik kayak gini, secara kayaknya banyak dari temen-temen di twitterku yang jumlahnya cukup banyak.. yah sekitar 300an lah (Re: 25 orang temen beneran, 275an sisanya orang bule dan akun-akun robot spam tak dikenal) yang bisa menemukan dan merasakan jatuh cinta di socmed. Gak percaya kan? Aku juga enggak.. awalnya. Tapi jatuh cinta disini bisa berati luas, bisa karna tweet-tweet dari gadis/laki pujaannya, atau emang dari kehidupan nyatanya udah tertarik terus iseng-iseng pdkt lewat twitter. Stalking timelinenya tiap menit, direfresh-refresh terus, nyimpen ava twitternya, nungguin dia ngetweet yang baru terus nimbrung deh pake mention segala. Dasar jomblo ya.
Oke gini, aku kasih contoh temen-temen manusiaku di twitter yang 'kalo gak salah' lagi pdkt lewat twitter. Sebut saja nama samarannya bthrindra dan PutuAKusuma. Cukup bangga melihat temen seperti mereka yang dengan sigap dan tangkasnya melakukan pendekatan, layaknya copet yang ingin mencuri hati sang korban dengan modus mencuri dompetnya terlebih dulu. Terus ketauan warga, digebukin frame-rame. Pas persidangan, si copet dan korban ketemu. Mereka jadi tau nama satu sama lainnya. Istilahnya gitu, mau kenalan/pdkt kudu berjuang. Gak nyambung ya, biarin deh. Tapi semoga sukses untuk kalian berdua ya.
Sama kayak buah ceri, gak semuanya yang kelihatan 'merah' bakalan manis pas akhirnya. Begitupun cinta di dunia socmed. Kalo kamu sengaja kasih pacarmu 2 ton buah ceri yang pait, ya minimal kamu ditampar dan maksimal kamu diputusin. Enggak, becanda. Maksudnya, kalo di dunia socmed dan khususnya di twitter, kamu mulai suka ke gadis/laki pertama kali dari lihat ava-nya, jangan seneng dulu. Menurut penilitian primbon modern, 65% ava bakal berbeda dengan yang nyata (Re: editan), 25% pake ava artis/tokoh kartun anak-anak, 10% barulah pake foto asli.. rame-rame bareng temennya. Intinya, kalo kamu mau kenalan di twitter atau socmed lain, mending kamu udah tau/pernah ketemu orangnya langsung. Kalo jomblo-jomblo yang biasanya liat dari perawakannya dulu, mending kamu jalan-jalan ke mall, cfd atau pesantren langsung. Kalo jomblo yang sangat berhati-hati dalam memilih (alesannya gitu) ya kamu nunggu sampai mapan dulu aja, slesaiin pendidikan barudeh berburu rusa-rusa cinta. Kata iklan di tivi, ada yang bilang laki idealnya nikah umur 25, perempuan umur 21. Tapi ya gak selalu kan, namanya aja jodoh di tangan yang di atas. Bisa aja habis baca post ini kamu tiba-tiba kebelet minta nikah ke orang tuamu, atau pas baru seumuran Eyang Bubur baru dapet jodoh. Ya gak?
Kesimpulan pribadiku aja nih, sebenernya pdkt lewat socmed itu bagus karna lebih instan dan ada kesempatan dapetnya lebih cepet. Tapi ya jangan cuma dari socmed aja kenalan, terus diem-dieman pas ketemuan. Masak kamu mau kayak gitu? Kayak aku? Huft lagi.
Oke sampe gini aja dulu ya kali ini. Haus, daritadi pagi belum makan ind*mie. Terima kasih sudah membaca dan membuang-buang waktu berhargamu, semoga bermanfaat dan menghibur. Keep reading and wassalam.
- @faghapu -
Sebenernya bingung juga mau bikin postingan bahas apaan, ni otak buat nemuin ide sulit juga dicarinya. Padahal sebenernya, nyari ide itu kayak nyari pacar atau nyari gebetan, gampang-gampang susah, tapi banyakan susahnya, jadi ya kesimpulannya cari pacar itu susah. Gitulo. Tapi sekarang gak lagi pengen bahas gituan ah, lagi sensitif. Huft.
Tips aja, enaknya kamu baca post-ku yang ini pas mati lampu, atau kalo gak matiin lampu di kamarmu sambil megang sabun atau parfum di tangan kiri. Biar dapet feelnya pas baca entar. Soalnya takutnya guyonanku garing terus bikin kamu mati, kan bau bangkainya gak enak. Makanya entar pas mayatmu ditemuin polisi, baumu gak bau-bau amat. Masa gak kasihan sama pak polisi? :(
Oke, jadi aku berharap semoga dengan nulis ini bisa menerangi jiwa-jiwa para jomblo kesusahan yang terus menerus dihantui pemikiran: 'ya Tuhan, apakah aku terlahir sebagai gay?' dan terus diselimuti oleh rasa bersalah karena mencintai gadis lain yang sudah dimiliki orang lain. Miris *oot*Tapi yang enggak (atau belum jadi) jomblo, juga gak apa-apa baca, nanti aku doain biar kamu bisa se-spesies kayak temen-temenku yang jomblo juga. Kan enak tuh, makin rame aja orang susah di bumi karna cinta.
Sampe lupa mau bahas apaan karena bahas masalah jomblo. Lu sih, mblo. Oke jadi gini, kan udah jelas tuh dari judul di atas, pasti sedikit yang bertanya-tanya (soalnya viewernya dikit), apasih maksud judul itu?Oke, sebenernya aku juga asal aja, tiba-tiba kepikiran bikin topik kayak gini, secara kayaknya banyak dari temen-temen di twitterku yang jumlahnya cukup banyak.. yah sekitar 300an lah (Re: 25 orang temen beneran, 275an sisanya orang bule dan akun-akun robot spam tak dikenal) yang bisa menemukan dan merasakan jatuh cinta di socmed. Gak percaya kan? Aku juga enggak.. awalnya. Tapi jatuh cinta disini bisa berati luas, bisa karna tweet-tweet dari gadis/laki pujaannya, atau emang dari kehidupan nyatanya udah tertarik terus iseng-iseng pdkt lewat twitter. Stalking timelinenya tiap menit, direfresh-refresh terus, nyimpen ava twitternya, nungguin dia ngetweet yang baru terus nimbrung deh pake mention segala. Dasar jomblo ya.
Oke gini, aku kasih contoh temen-temen manusiaku di twitter yang 'kalo gak salah' lagi pdkt lewat twitter. Sebut saja nama samarannya bthrindra dan PutuAKusuma. Cukup bangga melihat temen seperti mereka yang dengan sigap dan tangkasnya melakukan pendekatan, layaknya copet yang ingin mencuri hati sang korban dengan modus mencuri dompetnya terlebih dulu. Terus ketauan warga, digebukin frame-rame. Pas persidangan, si copet dan korban ketemu. Mereka jadi tau nama satu sama lainnya. Istilahnya gitu, mau kenalan/pdkt kudu berjuang. Gak nyambung ya, biarin deh. Tapi semoga sukses untuk kalian berdua ya.
Sama kayak buah ceri, gak semuanya yang kelihatan 'merah' bakalan manis pas akhirnya. Begitupun cinta di dunia socmed. Kalo kamu sengaja kasih pacarmu 2 ton buah ceri yang pait, ya minimal kamu ditampar dan maksimal kamu diputusin. Enggak, becanda. Maksudnya, kalo di dunia socmed dan khususnya di twitter, kamu mulai suka ke gadis/laki pertama kali dari lihat ava-nya, jangan seneng dulu. Menurut penilitian primbon modern, 65% ava bakal berbeda dengan yang nyata (Re: editan), 25% pake ava artis/tokoh kartun anak-anak, 10% barulah pake foto asli.. rame-rame bareng temennya. Intinya, kalo kamu mau kenalan di twitter atau socmed lain, mending kamu udah tau/pernah ketemu orangnya langsung. Kalo jomblo-jomblo yang biasanya liat dari perawakannya dulu, mending kamu jalan-jalan ke mall, cfd atau pesantren langsung. Kalo jomblo yang sangat berhati-hati dalam memilih (alesannya gitu) ya kamu nunggu sampai mapan dulu aja, slesaiin pendidikan barudeh berburu rusa-rusa cinta. Kata iklan di tivi, ada yang bilang laki idealnya nikah umur 25, perempuan umur 21. Tapi ya gak selalu kan, namanya aja jodoh di tangan yang di atas. Bisa aja habis baca post ini kamu tiba-tiba kebelet minta nikah ke orang tuamu, atau pas baru seumuran Eyang Bubur baru dapet jodoh. Ya gak?
Kesimpulan pribadiku aja nih, sebenernya pdkt lewat socmed itu bagus karna lebih instan dan ada kesempatan dapetnya lebih cepet. Tapi ya jangan cuma dari socmed aja kenalan, terus diem-dieman pas ketemuan. Masak kamu mau kayak gitu? Kayak aku? Huft lagi.
Oke sampe gini aja dulu ya kali ini. Haus, daritadi pagi belum makan ind*mie. Terima kasih sudah membaca dan membuang-buang waktu berhargamu, semoga bermanfaat dan menghibur. Keep reading and wassalam.
- @faghapu -
Jumat, 28 Juni 2013
Wota, dan Segala Seluk Beluknya - Part 2 (selesai)
Halo halo, wah uda lama banget nih ya gak bikin postingan. Ada yang kangen gak? Oke, gak ada ya #siapalahsayaini. Hmm terakhir desember taun lalu bikin post. Wah masa-masa yang merepotkan untuk kelas 12 seperti aku saat itu, sibuk belajar sana sini, gebet cewek gak dapet-dapet.. yah itulah hidup, bro. Oke, berhubung lagi nganggur nih ya nunggu liburan kelulusan selesai yang lamaaa banget, iseng-iseng bikin postingan lagi ajadeh ya. Postingan terakhir kan lagi bahas wota dkk kan tuh ya, nerusin aja deh sekarang biar gak nanggung gitu. Yaa jujur aja, padahal uda agak males juga sih ya bahas ginian, tapi gak papalah, daripada kamu baca cerita dewasa? Ya kan. Dua rebu tiga belas baca gituan, download videonya dong meeeeeeen! Oke, becanda. Yuk ah, cekidot.
Oke, balik ke topik pembahasan awal nih ya. Kemaren kan bahasnya wota secara umum di Indonesia ya. Yang belum dibahas masalah photopack, wotagei sama theater. Entar aku tambahin yang laen di akhir postingan deh, bonus (kalo gak males).Pertama nih, mau bahas soal photopack. Udah pada tau sih kayaknya apa itu photopack, mulai wota awam sampek yang udah buyut pasti tau lah ya. Itu lho, yang pas cewek datang bulan mesti dikempit jadi merah-merah. Oh, itu six pack ya, becanda. Photopack itu, kalo kamu rajin ke gym yang banyak om-omnya sambil angkat barbel, terus perut kebentuk deh. Oh, itu soft tek ya, becanda lagi. Ah, aku tahu! Pasti makanan khas Bali! Oh, itu pempek ya, jauh jauuuh. Udah ah becandanya, takut garing takut digebukin :(
Pengertian photopack (menurut definisiku sendiri) adalah kumpulan foto yang dibungkus, terus dijual. Nah, kalo photopack versi wotanya nih, photopack itu kumpulan foto-foto member idolgroup yang biasanya dijual oleh pihak official. Isinya 5 (bener gak? gak pernah beli soalnya) dan isinya random; bisa stroberi, coklat, nanas, kismis dll. Enggak, maksudnya itu kita dapet foto membernya acak, jadi ya untung-untungan juga. Nih contoh penampakannya: (via google, forum indowebster)
Kalo di Indonesia, ginian bisa dibeli di Theater JKT48 di Jakarta, tapi pas hari H-0 kalo ada photopack baru pasti udah ludes. Wota dompet sehat. Ada juga sih, malah banyak sekarang yang abis beli terus dijual lagi. Bisa jadi bisnis, soalnya harga satuannya bisa lebih mahal lho dari kalo kita beli yang langsung se-pack. Hebat kan orang Indonesia? Iya ajadeh ya. Nih contoh kalo pada ngantri di depan theaternya (via google lagi)
Nah, selanjutnya bahas wotagei. Jangan mikir yang enggak-enggak pas pertama kali bacanya ya. Berhubung lagi males becanda, langsung kasih pengertian umumnya ajadeh ya. Wotagei, (menurut versiku lagi) adalah tarian sorakan saat menonton sebuah acara/konser, khususnya pas idol group lagi maen. Kalo lengkapnya, cari di wikipedia aja ya, jangan males. Biasanya nih ya, tariannya itu pake stik yang bisa nyala atau istilah kerennya lightstick, terus diiringi lagu. Kebanyakan juga, nglakuinnya gak sendirian, kalo sendiri ketauan banget kan jomblonya? Makanya biasanya orang 3-5an, banyak juga asik sih ya. Kalo mau tau lebih detil, banyak tuh di youtube, banyak tuh di google, jangan males (padahal aku sendiri yang males ngeshare-nya). Lagian, takut juga mau nyomot pic dari blog lain hehe.Terakhir, ini nih yang aku demen. Theater. Ya, di JKT48 theater sono, kita bisa setiap hari (atau hampir setiap hari) nonton idol group kesukaan kaula muda kesepian yang lama gak merasakan kedekatan dengan lawan jenisnya, atau sekedar mencari hiburan dan ada yang bilang salah satu bentuk support fans ke idolnya. Di sana, kita bisa menikmati penampilan menyanyi, menari dan mc para membernya, tentunya berasa kayak lebih deket gitu ya (padahal belum pernah ke sana). Buat nontonnya, kita kudu diverifikasi dulu, gak serta merta kita dateng, terus beli tiket kayak nonton bioskop. Ya memang ada juga sih yang namanya waiting list. Nah yang aku miris dan terus kepikiran, aku dan temen-temenku yang jauh dari Jakarta ini udah lama ngarep pengen kesana, tapi ya gitu ada aja kendalanya. Dibilang sedih sih enggak, cuma ada yang kurang aja kalo belum ke sono. Istilahnya, kayak 'naik haji' nya idoling. Hehehe. Udah ah, jangan diterusin curhatnya, entar kamu nangis.
Oke deh, segini dulu aja bahas wota dan segala seluk beluknya, Ya emang, gak lengkap dan gak detil-detil amat. Infonya gak konkrit dan agak ketinggalan jaman. Tujuannya buat ngramein bahas topik sejenis kayak gini aja, secara uda banyak blog-blog pribai dan fanbase lain yang lebih lengkap. Di google dan jkt48.com juga banyak. Hehe. Manusia gak ada yang sempurna, maklumin ya, bang. Maap kalo ada salah- salah kata pas nulis, cukup sekian bahas giniannya. Terima kasih buat wota dan non wota yang ngehabisin waktunya percuma, udah baca. Wassalam.
Sabtu, 29 Desember 2012
Wota, dan Segala Seluk Beluknya - Part I
Oke kali ini aku (post perdana pake kata 'aku') bakal nge-post yang agak berbobot dikit lah isinya, tapi tetep dibawain dengan santai aja. Ya berhubung postingan-postingan sebelumnya masih sepi peminat dan penikmat, kali aja dengan postingan yang ini bisa ngundang lebih banyak viewer. Miris.
Sekarang, mungkin udah banyak orang yang tahu istilah "wota". Istilah ini udah mulai populer masuk ke Indonesia sekitar hampir setahun belakangan. Siapa lagi yang mempopulerkan kalau bukan sebuah idol group bentukan orang Jepang yang dikemas dalam pasar musik Indonesia, yaitu JKT48. Ya, disini pengertian wota bukan game yang sekarang digandrungi banyak anak-anak maupun dewasa. Atau juga bukan kertas yang biasa dikasih kalo kita habis belanja di toko "merah-biru-kuning". *bercanda* Oke gak lucu ya.
Pengertian wota, kalau aku nyari di wikipedia sih kayaknya gak ada, pasti entar beralihnya ke kata "otaku". Coba search kata kunci wota, entar juga udah banyak kok blog-blog fanbase yang njelasin dengan cukup jelas. Oke, Otaku emang kata yang lebih lumrah dan umum digunain sih kayaknya. Bisa juga kok search mulai pengertian, sejarah, dan generasi-generasi otaku di wikipedia (lagi-lagi wikipedia). Kalau udah jago bahasa Inggris dan pengen tahu tentang otaku, bisa juga berkunjung ke sini. Di sana kalian bisa diskusi macem-macem perihal otaku dan sejensnya (kayaknya). Kalau menurut aku pribadi ya, otaku itu kayak orang-orang yang suka ngumpulin semua benda-benda mengenai Jepang-jepangan, kayak misal CD anime, action figure, komik, photo, poster, swag dll. Kalau wota, menurut temen aku, itu kayak versi otaku yang lebih 'kalem', maksudnya gak se-addict otaku. Ini opini aja, maaf kalau salah.
Nah, kalau kalian-kalian pengen jadi Wota yang berbudaya, temen saya @kausarsabil ngasih link video yang bermanfaat (dicek dulu deh). Mungkin bisa menghibur .. eh membantu kalian jadi wota yang disukai sama tetangga. Omong-omong, doi jomblo lho, kali aja ada yang naksir *OOT*. Oke deh kok jadi banyak cingcong, nih saya kasih videonya.
Nah, abis lihat video itu, pasti laah udah tahu pengertian wota secara 'garis besar' hahaha. Kalo di Indonesia sendiri, kayaknya udah lama ada orang yang kayak gitu, tapi masih belum ke-shoot lebih banyak. Kalo mau bahas wota/otaku secara luas, mungkin entar malah bikin bosen kan baca postingannya. Jadi, di sini bahas wota Indonesia yang sekarang lagi booming. Secara umum aja ya.
Seperti ulasan sebelumnya di atas, wota di Indonesia booming karena adanya sekumpulan bidadari yang nyanyi dan nari yang bikin kaum cowok (yang kebanyakan jomblo) jadi kesengsem (aku juga). Yang mau tahu lebih banyak videonya bisa search kata kunci JKT48 di Youtube, atau kalau gak mampir ke channelnya di sini nih. Hahaha daritadi ngasih hyperlink mulu ya hahaha. Biarin. Oke, kembali ke topik wota di Indonesia. Nah, gara-gara dampak idolgroup ini, sekarang banyak juga daerah-daerah yang bikin komunitas atau fanbase-nya, mulai JKT48 secara umum sampai yang per-membernya. Kalau dilihat dari jumlahnya, cukup fantastis dilihat dari sebuah group yang masih dibilang awal ini.
Manfaat kalo kita kumpul sama komunitas-komunitas wota, kalau aku ngerasain, yaa kayak komunitas-komunitas bidang lain pada umumnya, yaitu ngumpul bahas bareng hal yang disukai sama-sama. Kita bisa saling bertukar informasi. Tapi, yang ngebedain adalah urusan kegiatannya. Misalnya aja, tuker-tukeran atau jual beli photopack, wotagei, berangkat theater bareng, dll.
Nah, berhubung kayaknya postingan udah kepanjangan dan berakibat membosankan, entar dibikin part 2 nya yang bahas photopack, wotagei, dan theater-nya. Kayaknya itu lebih menari buat dibahas sih soalnya. Postingan yang ini cuman bahas awal-awalannya dulu aja ya. Jadi, terima kasih sudah membaca.
Sekarang, mungkin udah banyak orang yang tahu istilah "wota". Istilah ini udah mulai populer masuk ke Indonesia sekitar hampir setahun belakangan. Siapa lagi yang mempopulerkan kalau bukan sebuah idol group bentukan orang Jepang yang dikemas dalam pasar musik Indonesia, yaitu JKT48. Ya, disini pengertian wota bukan game yang sekarang digandrungi banyak anak-anak maupun dewasa. Atau juga bukan kertas yang biasa dikasih kalo kita habis belanja di toko "merah-biru-kuning". *bercanda* Oke gak lucu ya.
![]() |
| contoh wota di Jepang |
Nah, kalau kalian-kalian pengen jadi Wota yang berbudaya, temen saya @kausarsabil ngasih link video yang bermanfaat (dicek dulu deh). Mungkin bisa menghibur .. eh membantu kalian jadi wota yang disukai sama tetangga. Omong-omong, doi jomblo lho, kali aja ada yang naksir *OOT*. Oke deh kok jadi banyak cingcong, nih saya kasih videonya.
Nah, abis lihat video itu, pasti laah udah tahu pengertian wota secara 'garis besar' hahaha. Kalo di Indonesia sendiri, kayaknya udah lama ada orang yang kayak gitu, tapi masih belum ke-shoot lebih banyak. Kalo mau bahas wota/otaku secara luas, mungkin entar malah bikin bosen kan baca postingannya. Jadi, di sini bahas wota Indonesia yang sekarang lagi booming. Secara umum aja ya.
Seperti ulasan sebelumnya di atas, wota di Indonesia booming karena adanya sekumpulan bidadari yang nyanyi dan nari yang bikin kaum cowok (yang kebanyakan jomblo) jadi kesengsem (aku juga). Yang mau tahu lebih banyak videonya bisa search kata kunci JKT48 di Youtube, atau kalau gak mampir ke channelnya di sini nih. Hahaha daritadi ngasih hyperlink mulu ya hahaha. Biarin. Oke, kembali ke topik wota di Indonesia. Nah, gara-gara dampak idolgroup ini, sekarang banyak juga daerah-daerah yang bikin komunitas atau fanbase-nya, mulai JKT48 secara umum sampai yang per-membernya. Kalau dilihat dari jumlahnya, cukup fantastis dilihat dari sebuah group yang masih dibilang awal ini.
Manfaat kalo kita kumpul sama komunitas-komunitas wota, kalau aku ngerasain, yaa kayak komunitas-komunitas bidang lain pada umumnya, yaitu ngumpul bahas bareng hal yang disukai sama-sama. Kita bisa saling bertukar informasi. Tapi, yang ngebedain adalah urusan kegiatannya. Misalnya aja, tuker-tukeran atau jual beli photopack, wotagei, berangkat theater bareng, dll.
Nah, berhubung kayaknya postingan udah kepanjangan dan berakibat membosankan, entar dibikin part 2 nya yang bahas photopack, wotagei, dan theater-nya. Kayaknya itu lebih menari buat dibahas sih soalnya. Postingan yang ini cuman bahas awal-awalannya dulu aja ya. Jadi, terima kasih sudah membaca.
Sabtu, 15 Desember 2012
Godaan UAS - Rumah
Menyelingkuhi Buku
Post kedua. Tertanggal 15 Desember 2012. Kali ini gue bakal ngebahas tentang hikuk pikuk gue sebagai pelajar seputar Ujian Akhir Semester (UAS). Kalo di sekolah asal gue, ujian dimulainya pas tanggal 8 Suro, Sabtu kemaren. Berhubung udah kelas 12, yang pasti kebagian masuk pagi ya. Udah gak ada lagi pikiran kayak kelas 10 atau 11 dulu : "Ahh besok pagi ajadeh belajarnya, kan masuk siang. Masih bisa liat berita inpotemen girlband kesukaanku.." Apalagi pemikiran pas TK: "Bentar mak, nanti aja ya ke sekolahnya. Aim masih pengen lihat Teletubbies nih..'' Sungguh, masa kecil yang menyenangkan.
Yaa walaupun ntar selesai ujian pulangnya masih sekitaran jam 11-an, tapi tetep aja gak ngerasa santai lho. Belum ntar kalo pas selesai ujian temen-temen pada ngajakin jajan, nggodain Mbak yang jualan jajan, atau nih yang lagi ngetren pas ujian : nggodain Mbak fotokopian yang siap dijajani. Mau gimana lagi, emang godaan gak bisa datang sekali.Seksi sih, tapi rela bagi-bagi?
Sampai rumah, ntar juga gak bakal langsung megang buku. Yang dicari kalau gak hape, remote, ya piring. Hape, ngelihatin tweet atau pic terbaru gebetan. Remote, nonton Ftv buat dibuat imajinasi sama gebetan. Piring, buat pelampiasan mukulin ke kepala kalo gebetan ternyata lagi deket sama cowok lain. Huff. Gak papa, yang penting vannazar masih jomblo, gue masih bisa nerima kehidupan ini.
Kebiasaan nunda belajar emang sulit (atau mungkin gak bisa) lepas dari kita-kita pelajar harapan bangsa. Ada aja godaan : "Timeline lagi seru-serunya nih bikin hesteg alay, ikutan ahh.." Atau kalo gak:"Wahh official JKT48 ngeupload video baru nih di Yutub. Nonton dulu ahh.." Gak, gue gak kayak gitu. Serius.
Waktu berjalan begitu cepat, persis kayak ngomongnya guru mulok gue. "Kayaknya, baru aja gue sekali ngetweet, kok udah Maghrib aja ya.." Miris.
Di sisi lain, pasti buku pelajaran yang ada di lemari, membutuhkan kehangatan tangan gue. Mungkin dia menangis dan melunturkan setiap kata yang gue butuhkan buat menghadapi ujian besok. Sedangkan gue, masih asik nge-refresh timeline gebetan yang tiap menit gak ada perubahan. Maaf ya, buk.
Nah pas malemnya, barulah gue mampir ke lemari buku. Awalnya, gue udah hampir nyampe di depannya, tapi entah kenapa secara tiba-tiba rasa itu sirna. Rasanya, gue denger ada secuil suara yang seksi. Tapi masih kalah seksi dengan Mbak fotokopian. Ternyata, seonggok mie instan melihat gue dari kejauhan dan memanggil nama gue dengan mesranya. Apadaya, sekali lagi kuduakan buku pelajaran untuk mengambil panci dan siap bermesraan dengan mie itu. Maaf ya buk, aku janji gak bakal nglakuin ini lagi ke kamu.
Selesai dengan mie, gue udah berniat untuk mengambil buku yang kesepian dari tadi siang. Kali ini emang bener-bener gue ambil. Mungkin, barulah kini si buku bisa tersenyum, walau hanya senyuman kecil. Buku dan alat tulis udah gue bawa ke lantai 2, tempat dimana biasa gue belajar. Sayang sekali, janji yang baru saja gue ucapin di dalem hati buat si buku, kembali digoda oleh tangan yang gatel ingin menekan tombol ON televisi. Apadaya, lagi-lagi gue terbuai oleh delusi yang diperbuat tangan gue. Layaknya upil yang udah mengeras, perasaan si buku ke gue mungkin juga udah ikut mengeras.
Gak kerasa udah berjam-jam gue di depan TV, walaupun yang dilihat masih banyakan iklannya Jupe daripada gue lihat film box office-nya. Gak papa, asal adik senang.
Lama kelamaan mata ini udah mengisyaratkan untuk mengajak bercinta di alam mimpi. Keterlaluan. Dengan rasa semangat yang masih menggebu-gebu, akhirnya gue nyoba buat buka satu demi satu lembaran buku. Diiringi lagu-lagu metal, gue makin bersemangat buat membaca kata demi kata, rumus demi rumus, dan tweet demi tweet. "Rasanya, gue masih ada kesempatan buat belajar sampai dinihari nih!," pikir gue dengan percaya diri.
Sekitar 5 menit berlalu, gue nurutin keinginan si mata untuk tidur. Maaf, sekali lagi maaf, buk.
Selasa, 11 Desember 2012
Saatnya Upil Berbicara
Lahirnya Kayu Berupil
Baik, gue (pakai gue aja, walaupun aslinya saya gak biasa) membuat blog ini hanya sebagai penyalur kata-kata yang mungkin gak bisa diutarakan di dunia nyata, jadi isinya suka-suka gue nulis. Situ gak suka? Ya silahkan stalk gebetan anda via jejaring sosial lagi aja sana. Pfft. Oke, kenapa gue tergelitik buat blog? Kalau dipikir, banyak blog-blog sekarang juga yang banyak ngasih info dan hal-hal menarik. Jadi, apa salahnya gue juga ikutan nyumbangin getah dari otak gue ini untuk bekerja kan. Yaa walaupun di blog ini (kemungkinan) gak ngasih info apapun, kan gak ada yang ngelarang buat bikin blog. Suka-suka.
Kenapa nama blog-nya upilkayu? Maunya tadi pake blogname garamInstan, eh ternyata udah ada Instagram. Dikira njiplak nama kan gak enak. Terus mau pake nama kotijahkece, ntar dikira saya menyembah nenek-nenek lanjut usia yang demen blogging.Gini deh ceritanya. Jadi, pas enak-enaknya ngupil, entah kenapa saya kepikiran gebetan saya (saat itu. Dan sampai sekarang juga belum dapetin sih ya), sebut saja namanya Kayu (iya, kayu). Dan dari situ , gue langsung kepikiran "Andai aja gue bisa membersihkan upil si kayu dari lubang hidungnya dan diapun juga gitu ke gue , sungguh beruntunglah si Madun." Nah, berawal dari obsesi elegan yang muncul spontan inilah, gue nglanjutin mikir "Kalau kata-kata gak bisa diomongin langsung, mungkin dia bisa melihatnya lewat blog yang gue buat ini." Pfft, yakin lo? GAK laaah, bercanda, Intinya, gue pake nama upilkayu biar kelihatan blognya dibikin oleh remaja-remaja keripik pedes masa kini.
Sampai sini aja nulis posting awalnya, belum kebiasaan nulis panjang-panjang. Mungkin, posting selanjutnya bakal dishare beberapa hari lagi. Oke deh, daripada banyak cinlok, gue ngeresmiin blog 'mencoba eksis' ini, sekarang! Cheers! :)
Langganan:
Postingan (Atom)
